Siapa mau belajar IPA, ia akan menguasai dunia. Jika ingin pintar IPA, maka motivasikan dirimu selalu ingin tahu. Jadilah orang yang cerdas, kreatif, inovatif, trampil dan berguna

Botulisme

Botulisme
Botulisme adalah penyakit yang disebabkan oleh zat yang beracun atau toksin botulinum. Tiga jenis utama penyakit ini adalah bawaan makanan, luka dan bayi. Segala bentuk penyakit ini bisa fatal
dan dianggap darurat medis.
Botulisme adalah penyakit langka tapi serius yang disebabkan oleh toksin ( racun ) yang diproduksi oleh bakteri tertentu. Pada kasus yang berat botulisme dapat menyebabkan kelumpuhan atau kematian.
Penyebab botulisme adalah toksin botulinum yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum.

Berikut wujud bakterinya :
Clostridium botulinum

Clostridium botulinum













Clostridium botulinum adalah nama sebuah kelompok bakteri yang biasanya ditemukan di dalam tanah dan sedimen atau endapan laut di seluruh dunia. Spora bakteri ini sering ditemukan di permukaan buah-buahan, sayuran dan makanan laut. Organisme berbentuk batang tumbuh baik dalam kondisi rendah oksigen. Bakteri dan sporan sendiri tidak berbahaya, yang berbahaya adalah racun atau toksin yang dihasilkan oleh bakteri ketika mereka tumbuh.
Racun botulinum mempengaruhi orang dari segala usia dengan mengganggu saraf tertentu dari fungsinya, sehingga mengakibatkan kelumpuhan otot, karena racun ini bersifat neurotoksin.

Gejala-gejala penyakit botulisme :
1. Pandangan ganda
2. Kelopak mata terkulai
3. Bicara melantur
4. Mulut kering
5. Pandangan kabur
6. Kesulitan menelan
7. Kelumpuhan otot

Gejala botulisme pada bayi :
1. Tampak lesu
2. Menangis lemah
3. Sembelit
4. Makan buruk
5. Otot lisut

Jika gejala penderita penyakit ini tidak segera teratasi, maka akan terjadi kelumpuhan dan gangguan pernapasan.

Penyebaran botulisme :
Tidak seperti penyakit menular, botulisme tidak menyebar dari satu orang ke orang lain. Penularan botulisme terjadi karena orang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi spora botulinum, luka terinfeksi spora botulinum dan ketika bayi mengkonsumsi spora botulinum.

0 Silakan beri komentar di sini:

Poskan Komentar