Supena, S.Pd Blogger IPA Edukasi sekeluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. Minal aidin walfaizin Mohon ma'af lahir dan batin. Taqobalallahu minnawaminkum taqobal yakariim. Semoga sholat kita, puasa kita dan amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin Yarabbal'alamin

Menghitung GGL ( E ) dan Tegangan Jepit (V) pada rangkaian listrik


Penjelasan:

GGL adalah beda potensial sumber tegangan sebelum mengalirkan arus listrik disimbolkan huruf E. Tegangan Jepit adalah beda potensial sumber tegangan saat arus listrik mengalir disimbolkan huruf V. GGL lebih besar dari pada tegangan jepit ( E > V ), berarti selama arus listrik mengalir pada rangkaian ada tegangan yang hilang, kemanakah hilangnya tegangan ? tegangan yang berkurang pada saat arus mengalir bukanlah hilang melainkan berubah menajdi kalor pada sumber tegangan.

Contoh Soal:

Perhatikan gambar berikut ini !












Jika arus listrik 2 ampere mengalir pada rangkaian yang dihubungkan dengan hambatan R yang besarnya 5,5 ohm dan diketahui hambatan dalam sumber tegangan r besarnya 0,5 ohm, maka berapakah besar GGL dan Tegangan Jepit pada rangkaian tersebut ?

Pembahasan:

Pada saat kita menghitung GGL ( E ) maka arus listrik belum mengalir, kita menghitung dengan rumus:

E = I x ( R + r )

Pada saat kita menghitung Tegangan Jepit ( V ), maka arus listrik sudah mengalir kita menghitung dengan rumus:

V = I x R

Jawaban:

Diketahui:

I = 2 A
R = 5,5 ohm
r = 0,5 ohm

Ditanya:
a. E = ....?
b. V = ....?

Jawab:

a.  E = I x ( R + r )
        = 2 A x ( 5,5 ohm + 0,5 ohm )
        = 2 A + 6 ohm
        = 12 volt

b. V = I x R
        = 2 A + 5,5 ohm
        = 11 volt 

Jadi GGL = 12 volt dan Tegangan Jepit = 11 volt

1 Silakan beri komentar di sini: