Siapa mau belajar IPA, ia akan menguasai dunia. Jika ingin pintar IPA, maka motivasikan dirimu selalu ingin tahu. Jadilah orang yang cerdas, kreatif, inovatif, trampil dan berguna

Pesawat Sederhana


Pesawat sederhana adalah alat sederhana untuk memudahkan pekerjaan manusia. dalam melakukan usaha Yang termasuk pesawat sederhana : tuas/ pengungkit, katrol, bidang miring.
  1. Tuas 
  



Keterangan :
W  = Titik Beban ( Beban )
F   = Titik Kuasa ( Kuasa )
T   = Titik Tumpu
Lb = Lengan Beban
Lk = Lengan Kuasa
 
Prinsip kerja tuas/pengungkit adalah keseimbangan, sedemikian rupa pada tuas berlaku perasamaan rumus:

beban x lengan beban = kuasa x lengan kuasa

atau dapat dirumuskan  :
W x Lb = F x Lk

Keterangan :
W   = Berat benda (Newton),    
Lb  =  Lengan beban (meter), 
F    = Gaya kuasa (Newton),   
Lk  =  Lengan kuasa (meter).

Keuntungan mekanis tuas dinyatakan dengan rumus :

Ini menunjukkan keuntungan mekanis tuas bergantung pada panjang lengan beban dan lengan kuasa yang mempunyai perbandingan yang bersifat tetap, artinya tidak bergantung pada berat beban dan gaya kuasa.
Alat-alat yang menggunakan prinsip tuas antara lain jungkat-jungkit, timbangan/neraca, pembuka tutup botol, staples dan tang.

2.      Katrol
Alat-alat yang bekerja berdasarkan prinsip katrol antara lain, kerek untuk menimba, kapstan atau alat untuk menggulung tali pada kapal, derek untuk menarik mobil atau pengankat bahan-bahan bangunan.
a.       Katrol tetap
Katrol tetap hanya memiliki keuntungan arah tarikan/arah gaya (berat beban orang yang menarik ikut membantu memberikan kuasa sehingga berat beban yang ditarik terasa lebih ringan).

 
Keterangan :
A     =    Titik kuasa 
B     =    Titik beban 
T     =    Titik tumpu 
AT   =   Lengan kuasa 
BT   =   Lengan beban 
F     =   Gaya/ kuasa 
W   =    Berat beban

Pada katrol tetap berlaku
1)      Berat beban yang diangkat = gaya (kuasa)
2)      Keuntungan mekanis = 1
3)      Hanya memiliki keuntungan arah, karena dibantu oleh berat orang yang menarik
4)      Mempunyai titik tumpu di tengah, sehingga lengan beban = lengan kuasa

b.       Katrol Bergerak
Dinamakan katrol bergerak karena saat digunakan katrol ini turut bergerak. Pada katrol bergerak masing-masing kuasa hanya memikul setengah dari berat benda.

A         =     Titik kuasa
T          =     Titik beban
B         =     Titik  tumpu
AB      =     Lengan kuasa
BT       =     Lengan beban
W        =     Berat beban
F          =     Gaya kuasa untuk menarik beban

Prinsip kerja katrol bergerak
1.      Panjang lengan beban = ½ dari panjang lengan kuasa
2.      Keuntungan mekanisnya = 2
3.      Besar gaya kuasa yang diperlukan untuk menarik = ½ dari berat beban yang ditarik

c.       Katrol Ganda (Takal)
Terdiri lebih dari satu katrol atau terdiri dari katrol tetap dan katrol bergerak
Keuntungan mekanis katrol ganda dapat ditentukan dengan jumlah tali yang mengangkat beban. Pada katrol ganda di atas besar keuntungan mekanis = 2 , artinya besar beban (W) 2 kali gaya kuasa (F) atau F = 1/2 W

Perhatikan katrol ganda di bawah ini !


Keuntungan mekanis katrol ganda di atas adalah 4 , artinya besar beban (W) 4 kali besar gaya kuasa (F) atau F = 1/4 W
 
(Catatan : Pada pembahasan ini massa katrol diabaikan, untuk percobaan diharap meninjau kembali pengaruh massa katrol) 

a.       Gear
Gear biasa digunakan pada sepeda, mekanik jam, mesin, dan kendaraan. Prinsip kerja gear adalah mempercepat putaran dengan cara menghubungkan lingkaran dengan  jari-jari yang berbeda.
 
3.      Bidang Miring
Bidang miring adalah bidang yang membuat sudut terhadap bidng datar. Karena dengan bidang miring dapat mempermudah (mengurangi gaya kerja) maka bidang miring merupakan pesawat sederhana. Seperti pada tuas dan katrol keuntungan mekanis bidang miring adalah perbandingan panjang lintasan miring dibagi ketinggiannya. Ini menjelaskan semakin landai/kemiringannya kecil/ketinggiannya kecil keuntungan mekanisnya besar. 
Karena di dalam medan konservatif maka usaha untuk memindahkan benda dari bawah ke atas dengan gaya gesek diabaikan melalui lintasan s atau h adalah sama. Dengan persamaan usaha sama dengan gaya x perpindahan diperoleh :






F x S = W x h   atau   F = h/S x W 
dengan F = Kuasa / gaya (N), h = Tinggi kemiringan (m),   S = Panjang lintasan kemiringan (m) dan  W = Berat beban (newton).
             
Keuntungan mekanis bidang miring :  

Alat-alat yang bekerja menggunakan prinsip bidang miring  antara lain tangga, sekrup, jalan di pengunungan, dan ujung mata linggis/paku.

3 Silakan beri komentar di sini: